Posted by: Shal Mad | November 7, 2007

Kecundang

Dengan keadaan serba syahdu, melangkau ke jarak yang lebih selamat. Mencari-cari sepi yang tiada penghujung, Bagai hilang ditelan malam.

Saat bersama begitu indah. Namun perpisahan juga yang aku cari,

Sambil duduk dikerusi malas, bulan dan bintang yang telah lama memunculkan diri bagai tidak dipedulikan. Sekotak rokok, sebuah radio, sebatang pen dan sebuah buku nota menjadi teman diri yang sepi.

Mencari-cari keadaan dimana telah aku berdiri. KESEORANGAN!!! selama ini, mungkin hanya dusta yang aku lemparkan, atau kenyataan yang menyesatkan. Perlukah engkau percayai aku??

Ditangan aku masih memegang batang rokok yang kian membara, bagai membakar diri untuk menghabiskan sisa hidup. Pen masih bergolek-golek dipermainkan diatas meja, kertas-kertas kosong dibelai-belai kekosongan.

Aku tak ingin menjadi orang lain, tapi semakin aku cuba menjadi diri sendiri, aku semakin kejauhan, semakin kehilangan, bagai diri bukan sendiri… adalah teralpa, nilai hidup yang tiada…

Kepulan-kepulan naik ke angkasa, dan hilang dari pemandangan. Mengapai-ngapai tangan. Semakin disedut, semakin perit didada. patutkah aku berhenti serta merta?? andai ku tahu~!

Advertisements

Responses

  1. nih cter psl per????
    rokok erk…???
    tp gaya tulisan tuh cm sedey gler…
    but overall mmg bez r…ayat jiwang an…!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: